Mungkin benar Benar hanya dalam kondisi tertentu Tingkat kepastian bukti: rendah sementara C-DRY-10

Keju yang dimasak/diolah dan keju yang diperam adalah bentuk produk susu yang lebih mudah dicerna karena bakteri telah bekerja padanya; keju lebih berlemak, lebih lunak, kurang memicu alergi, dan kurang merangsang sistem kekebalan dibandingkan susu, yoghurt, dan produk segar yang kaya kasein.

Singkatnya: Keju keras yang diperam lebih mudah diterima oleh orang dengan malabsorpsi laktosa, dan hal itu benar; klaim bahwa keju kurang memicu alergi dan kurang merangsang sistem kekebalan dibandingkan susu atau yoghurt tidak didukung oleh bukti, dan yoghurt yang difermentasi tidak bersifat proinflamasi.
Kesimpulan: Keju yang diperam lebih mudah diterima oleh orang dengan intoleransi laktosa, tetapi alasan tersebut tidak menjelaskan mengapa yoghurt yang difermentasi dilarang atau mengapa keju seharusnya kurang memicu alergi.

Pernyataan asli

تبعد بقى عن كل ممنوعاتي اللبن والزبادي والكاسينات والحاجات دي انا عايز اخد منها الشكل الاكثر هضما او قابليه للهضم فبناخد الجبن المطبوخه عشان خلاص البكتيريا اشتغلت عليها مره وطرت وهي فاتي اكتر وبتسيح في المايكروويف ففيزيكالي هتبقى انعم واطرى وارحم لهضمك واقل اقل تحسسيه واقل اثاره لجهازك المناعي

kata demi kata sesuai sumber. Terjemahan oleh proyek; rumusan bahasa Arab yang menjadi acuan.

Terjemahan

Keju yang dimasak/diolah dan keju yang diperam adalah bentuk produk susu yang lebih mudah dicerna karena bakteri telah bekerja padanya; keju lebih berlemak, lebih lunak, kurang memicu alergi, dan kurang merangsang sistem kekebalan dibandingkan susu, yoghurt, dan produk segar yang kaya kasein.

Asal

Status sumber
Transkrip video (kata-katanya sendiri)
Atribusi
Elawady (machine transcript)
Video
Dr Diaa Al Awady د ضياء العوضي is live! اصل الأمراض في فهم الاعراض✌️✌️✌️ (Buka sumber)
Dipublikasikan
5 September 2025
Penanda waktu
1:54:53 (lokasi dalam trek takarir otomatis YouTube dari video asli; memastikan di mana kata-kata itu muncul, bukan siapa yang berbicara)
Ketidakpastian atribusi
Archive transcript (YouTube CC or AI-generated); no timestamps; wording may contain transcription errors; spoken live-stream language, context partly conversational.
Mekanisme yang diklaim

Bacterial pre-digestion (fermentation/ripening) and cooking make cheese easier to digest and less immunogenic; fresh casein-rich products are 'not digested'.

Efek kesehatan yang diklaim

Fewer digestive problems and less immune activation with cooked/aged cheese.

Populasi yang dimaksud

Followers of the system.

Batasan geografis oleh Elawady

none found

Versi sumber yang berbeda

ليه الجبنه القريش مضره باختصار انها لا تهضم انها لا تهضم

Status sumber
Transkrip video (kata-katanya sendiri)
Atribusi
Elawady (machine transcript)
Video
Dr Diaa Al Awady د ضياء العوضي is live! الكورتيزون حياتك (Buka sumber)
Dipublikasikan
17 Oktober 2025
Penanda waktu
0:16:38 (lokasi dalam trek takarir otomatis YouTube dari video asli; memastikan di mana kata-kata itu muncul, bukan siapa yang berbicara)
Ketidakpastian atribusi
Archive transcript (YouTube CC or AI-generated); no timestamps; wording may contain transcription errors; spoken live-stream language, context partly conversational.

طبعا طبعا الجبنه المطبوخه اه سهله الهضم

Status sumber
Transkrip video (kata-katanya sendiri)
Atribusi
Elawady (machine transcript)
Video
Dr Diaa Al Awady د ضياء العوضي is live! اصل الأمراض في فهم الاعراض✌️✌️✌️ (Buka sumber)
Dipublikasikan
5 September 2025
Penanda waktu
0:37:44 (lokasi dalam trek takarir otomatis YouTube dari video asli; memastikan di mana kata-kata itu muncul, bukan siapa yang berbicara)
Ketidakpastian atribusi
Archive transcript (YouTube CC or AI-generated); no timestamps; wording may contain transcription errors; spoken live-stream language, context partly conversational.

Penilaian ilmiah

Mungkin benar – Sebagian bukti mendukung pernyataan ini, tetapi belum cukup untuk penilaian yang jelas.

Tingkat kepastian bukti: rendah – Penelitian lebih lanjut kemungkinan besar akan mengubah penilaian secara bermakna.

1. Apa yang diklaim?

Bacteria-processed, cooked or aged cheese is easier to digest and less immunogenic than milk, yogurt and fresh white/cottage cheese.

2. Apa yang terbukti benar?

Ripening and fermentation reduce lactose: all tested PDO cheeses except one were below 10 mg/kg, including short-ripened ones (20-35 days); the authors identify the starter culture, rather than ageing time, as the main factor (I-DRY-13). For people with lactose malabsorption (common worldwide, I-DRY-14), aged hard cheeses and butter are better tolerated than milk. So the digestive part has a real basis for this subgroup.

3. Apa yang salah atau dilebih-lebihkan?

Yogurt is also made by bacteria ('the bacteria already worked on it'), yet it is forbidden - the rationale contradicts the classification; most lactose-intolerant people tolerate yogurt with live cultures (I-DRY-14). Cream, which some sources allow, is not low in lactose (cooking cream 3.9 g/100 g vs plain yogurt 2.6 g and Greek yogurt 0.5 g; I-DRY-14), and processed cheese, fresh cheeses and cream were not tested in I-DRY-13. The claim of lower allergenicity or immune stimulation is unsupported: neither lactose study examined it, and casein, the main allergen and the source of A1 BCM-7, is concentrated in cheese. Cottage cheese being 'not digested' has no evidence base; casein is digested by normal gastric and pancreatic proteases (general physiology).

4. Apa yang masih belum jelas?

Lactose content of Egyptian processed and 'romi' cheeses; individual tolerance.

5. Studi mana yang mendukungnya?

I-DRY-13 (lactose near zero in tested ripened PDO cheeses only; no data on allergenicity, immune effects, processed cheese or cream); I-DRY-14 (lactose intolerance management; low lactose in hard cheese and butter).

6. Studi mana yang membantahnya?

I-DRY-19 (dairy pro-inflammatory only in milk-allergic subjects; fermented products anti-inflammatory overall); I-DRY-04 (A1 casein effects relate to the protein, present in cheese); I-DRY-14 (yogurt generally tolerated; cream contains substantial lactose).

7. Apa yang berlaku untuk Jerman dan Eropa?

Aged cheeses are commonly advised for lactose-intolerant people in Europe (I-DRY-13/14 are Italian).

8. Apa yang diketahui tentang Mesir?

Egyptian 'romi' cheese is a ripened hard cheese and is plausibly low in lactose (not measured here); Egyptian processed cheeses were not examined.

9. Kesimpulan praktis apa yang tepat?

Bagi orang dengan intoleransi laktosa, keju keras yang diperam dapat menjadi pilihan produk susu yang praktis; hal ini tidak membuat yoghurt atau keju putih berbahaya bagi orang yang dapat menerimanya.

Rincian penilaian

Alasan tingkat kepastian bukti

The lactose part is supported: ripened cheeses contain little or no lactose (I-DRY-13) and lactose malabsorption is common worldwide (I-DRY-14). The immunological part (less allergenic) is not supported by evidence we found; milk protein allergy persists with cheese. The argument is internally inconsistent because yogurt is also bacterially fermented.

Kualitas sumber

Elawady's own words (machine transcript); explanation is brief and informal.

Keteralihan ke wilayah lain

Lactose malabsorption is more common in the Middle East than in northern Europe (I-DRY-14 cites ~70% limited lactase expression worldwide; region-specific figures from a retracted meta-analysis were not used).

Pengecualian individual

Lactose-intolerant people often tolerate aged hard cheese; people with milk-protein allergy do not tolerate cheese either.

Cakupan wilayah klaim
umum (biologis/medis)
Terakhir ditinjau
26 Oktober 2026 sementara

Bukti ilmiah secara rinci

Benar hanya dalam kondisi tertentu – Klaim ini hanya berlaku untuk dosis, kelompok orang, cara pengolahan, atau keadaan tertentu.

Pertanyaan penelitian: Is aged, cooked or processed cheese more digestible, less allergenic and less immune-stimulating than milk, yogurt and fresh cheeses?

Pertanyaan penelitian secara rinci (PICO)
Populasi
General population; people with lactose malabsorption or milk allergy
Intervensi atau paparan
Aged/processed cheese
Pembanding
Milk, yogurt, fresh cheese
Cakupan geografis
universal biology
Luaran
  • Lactose content and tolerance
  • Allergic reactions
  • Inflammatory markers

Hasil studi sebagaimana dilaporkan oleh para penulis. Penilaian kami menyusul di bawah.

Apa yang mendukung klaim ini?

Apa yang menentang klaim ini?

Apa kata bukti secara keseluruhan?

Penilaian redaksi berdasarkan studi di atas – bukan hasil studi itu sendiri.

Posisi mana yang lebih didukung?

True for lactose: aged hard cheeses are low in lactose. Not supported for allergenicity or immune effects: heating helps for baked goods, but casein (concentrated in cheese) remains allergenic, and yogurt is not pro-inflammatory.

Mengapa sebagian studi lebih berbobot

Lab data on lactose and allergy challenge studies are direct for their sub-claims.

Apakah hubungan sebab-akibat sudah terbukti? Tidak berlaku Compositional and allergy facts rather than causal disease claims.

Ketidakpastian yang tersisa

Lactose content of Egyptian processed and 'romi' cheeses.

Kesimpulan yang dapat dibenarkan

Partly true (lactose), otherwise unsupported; the rationale also contradicts the ban on fermented yogurt.

Mengapa studi-studi tampak saling bertentangan?

'Cooked' in allergy research means extensively baked (destroying conformational whey/casein epitopes); aged cheese is not baked and is casein-rich, so I-DRY-119 does not transfer to cheese.

Apakah ini bergantung pada negara?
Efek biologis umum
Universal; lactose malabsorption is common in the Middle East.
Kondisi produksi nasional
Lactose content of Egyptian processed cheese not measured.

Perbedaan antarwilayah yang mengubah kesimpulan tidak didukung oleh data yang kuat.

Kepastian bukti secara keseluruhan (GRADE, disederhanakan)
Luaran utama
Lactose tolerance with aged cheese v milk
Tingkat awal
rendah (studi observasional)
Alasan penurunan tingkat
  • indirectness (lab content, not tolerance trials)
Alasan peningkatan tingkat
  • large effect (near-zero lactose)
Hasil
sedang

Penilaian sederhana oleh satu penilai, mengikuti pendekatan GRADE; bukan panel GRADE formal. GRADE menilai kumpulan bukti untuk satu luaran, bukan studi individual.

Strategi penelusuran

Penelusuran literatur yang terdokumentasi untuk tinjauan ini (string pencarian dalam sintaksis asli basis data).

Basis dataTanggalPenelusuranMencariHasilDisertakan
PubMed26 Oktober 2026("baked milk"[tiab] OR "extensively heated milk"[tiab]) AND (tolera*[tiab]) AND (systematic review[pt] OR meta-analysis[pt])bukti pendukung2
PubMed26 Oktober 2026("cow\x27s milk allergy"[tiab] OR "cow milk allergy"[tiab]) AND (cheese[tiab]) AND (ripen*[tiab] OR aged[tiab] OR "parmigiano"[tiab] OR allergenic*[tiab])bukti pendukung8
Europe PMC26 Oktober 2026("baked milk" OR "heated milk") AND ("cow\x27s milk allergy" OR "milk allergy") AND (tolerate OR tolerance) AND (casein)kedua arah207
PubMed26 Oktober 2026Nowak-Wegrzyn A[au] AND "extensively heated milk"[ti]bukti pendukung2
PubMed26 Oktober 2026(dairy[tiab] OR milk[tiab]) AND (inflammat*[tiab]) AND (CRP[tiab] OR "C-reactive protein"[tiab]) AND meta-analysis[pt] AND 2020:2026[dp]bukti yang menentang10

Pertanyaan terbuka

Allergenicity of specific Egyptian cheeses; lactose in processed cheese triangles.

Seberapa mendalam ini diperiksa?

6 studi terkait: 2 diperiksa dalam teks lengkap (2 di antaranya dengan penilaian risiko bias terstruktur), 4 berdasarkan abstrak, 0 hanya secara bibliografis. Belum ada penilaian formal oleh dua penilai independen dan belum ada tinjauan pakar manusia yang independen.

Tinjauan ilmiah terakhir: 26 Oktober 2026

Riwayat penilaian
  1. 25 Oktober 2026 · Fase 1 · Penilaian awal: Mungkin benar (rendah)
  2. 26 Oktober 2026 · Fase 4 (tinjauan bukti sistematis) · Diperiksa ulang dengan bukti yang diperluas; penilaian tidak berubah: Mungkin benar (rendah)
    New evidence clarifies the sub-claims (heated-milk tolerance applies to baked goods; fermented dairy not pro-inflammatory) without changing the overall verdict.
    Sumber baru: I-DRY-117 I-DRY-119

Dalam bahasa sederhana

Keju yang diperam seperti cheddar atau parmesan hampir tidak mengandung gula susu (laktosa), sehingga orang yang tidak dapat mencerna laktosa sering dapat menerimanya dengan baik. Dalam hal ini, pendapat Dr. Elawady memiliki dasar. Namun, yoghurt juga dibuat dengan bakteri, dan yoghurt dilarang dalam sistem ini, yang bertentangan dengan penjelasannya sendiri. Keju adalah protein susu yang terkonsentrasi, sehingga tidak kurang memicu alergi bagi orang dengan alergi protein susu. Keju segar dicerna secara normal oleh orang sehat.

Studi tentang klaim ini

Studi yang mendukung klaim (1)

  • Many aged Italian cheeses contain almost no lactose

    Facioni MS et al.. Foods 2021 · PMID 34574346 · DOI 10.3390/foods10092236
    Studi pengukuran / residupemeriksaan silang independenteks lengkap, penilaian risiko bias terstruktur

    All but one of 25 PDO cheeses (even some aged only 20-35 days) had lactose below 10 mg/kg; fresh mozzarella had about 3,500 mg/kg.

    Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Sebagian · Kualitas metodologis: sedang · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim

    Publikasi asli · Rincian ilmiah

    Penjelasan studi secara sederhana
    Apa yang ingin diketahui para peneliti?

    Measure lactose in cheeses.

    Bagaimana studi ini dilakukan?

    Lab analysis.

    Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?

    25 cheeses.

    Apa yang sebenarnya ditemukan?

    Lactose below 10 mg/kg in nearly all tested ripened cheeses; starter cultures, not just ageing time, drive lactose loss.

    Seberapa besar efek yang teramati?

    <10 mg/kg.

    Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?

    Aged cheese suits lactose-intolerant people.

    Apa keterbatasan studi ini?

    Italian/European PDO cheeses only; few samples; no fresh, processed or Egyptian cheeses; funded by a lactose-free certification company.

    Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?

    Supports the digestibility point for lactose.

    Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?

    High (Italy).

    Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?

    Anything about allergy, inflammation or other diseases; lactose content of processed cheese triangles, cream or romi.

    Rincian ilmiah →

Studi yang membantah atau membatasi klaim (3)

  • 52 trials: dairy anti-inflammatory except in milk allergy

    Bordoni A et al.. Crit Rev Food Sci Nutr 2017 · PMID 26287637 · DOI 10.1080/10408398.2014.967385
    Tinjauan sistematispemeriksaan silang independenabstrak diperiksa

    Overall anti-inflammatory score; pro-inflammatory only in allergic people.

    Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Tidak · Kualitas metodologis: sedang · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim

    Publikasi asli · Rincian ilmiah

    Penjelasan studi secara sederhana
    Apa yang ingin diketahui para peneliti?

    Dairy and inflammation.

    Bagaimana studi ini dilakukan?

    Systematic review.

    Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?

    52 trials.

    Apa yang sebenarnya ditemukan?

    Anti-inflammatory overall.

    Seberapa besar efek yang teramati?

    Score only.

    Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?

    Allergy is the exception.

    Apa keterbatasan studi ini?

    Scoring method.

    Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?

    Contradicts the general claim.

    Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?

    Moderate.

    Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?

    Precise effect sizes.

    Rincian ilmiah →

  • Independent review: A1 milk may upset digestion, other effects unproven

    Küllenberg de Gaudry D et al.. Nutr Rev 2019 · PMID 30722004 · DOI 10.1093/nutrit/nuy063
    Tinjauan sistematispemeriksaan silang independenabstrak diperiksa★ studi kunci

    Moderate certainty for digestive symptoms; low/very low for other outcomes.

    Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Sebagian · Kualitas metodologis: tinggi · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim

    Publikasi asli · Rincian ilmiah

    Penjelasan studi secara sederhana
    Apa yang ingin diketahui para peneliti?

    A1 casein and health.

    Bagaimana studi ini dilakukan?

    Systematic review with GRADE.

    Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?

    25 human studies.

    Apa yang sebenarnya ditemukan?

    Digestive effects moderately supported; others not.

    Seberapa besar efek yang teramati?

    Not pooled.

    Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?

    Some people may digest A2 milk better.

    Apa keterbatasan studi ini?

    Small trials.

    Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?

    Partly supports C-DRY-07.

    Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?

    High.

    Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?

    Systemic inflammation or disease.

    Rincian ilmiah →

  • Yogurt and fermented milk do not raise inflammation

    Zhang X et al.. Nutr Metab Cardiovasc Dis 2023 · PMID 36710113 · DOI 10.1016/j.numecd.2022.12.014
    Meta-analisispemeriksaan silang independenabstrak diperiksa

    CRP slightly lower (SMD -0.21) across 14 trials.

    Yogurt is not immune-stimulating in a harmful sense.

    Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Tidak · Kualitas metodologis: sedang · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim

    Publikasi asli · Rincian ilmiah

    Penjelasan studi secara sederhana
    Apa yang ingin diketahui para peneliti?

    Test fermented dairy and inflammation.

    Bagaimana studi ini dilakukan?

    Meta-analysis of trials.

    Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?

    14 trials.

    Apa yang sebenarnya ditemukan?

    CRP slightly down; most markers unchanged.

    Seberapa besar efek yang teramati?

    CRP SMD -0.21.

    Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?

    Yogurt does not inflame.

    Apa keterbatasan studi ini?

    Few small trials.

    Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?

    Contradicts the claim.

    Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?

    Applicable.

    Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?

    Cannot show disease outcomes.

    Rincian ilmiah →

Studi dengan hasil campuran atau tidak jelas (2)

  • Lactose intolerance is common and managed by reducing lactose

    Facioni MS et al.. J Transl Med 2020 · PMID 32590986 · DOI 10.1186/s12967-020-02429-2
    Tinjauan naratifpemeriksaan silang independenteks lengkap, penilaian risiko bias terstruktur

    Most adults worldwide produce less lactase, but most lactose-intolerant people tolerate small amounts of lactose and usually yogurt; avoiding all dairy may harm bones.

    Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Sebagian · Kualitas metodologis: rendah · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim

    Publikasi asli · Rincian ilmiah

    Penjelasan studi secara sederhana
    Apa yang ingin diketahui para peneliti?

    Diet in lactose intolerance.

    Bagaimana studi ini dilakukan?

    Narrative review.

    Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?

    n/a

    Apa yang sebenarnya ditemukan?

    Reduce lactose individually; yogurt is usually tolerated; aged hard cheeses are near lactose-free while cream and fresh cheeses contain more lactose; avoid unnecessary total exclusion.

    Seberapa besar efek yang teramati?

    70% limited lactase (stated).

    Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?

    Individual tolerance matters.

    Apa keterbatasan studi ini?

    Narrative; COI.

    Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?

    Supports individual, not general, avoidance.

    Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?

    Moderate.

    Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?

    General harm of dairy; that yogurt is less tolerable than aged cheese or cream.

    Rincian ilmiah →

  • Most milk-allergic children tolerate milk baked into foods

    Nowak-Wegrzyn A et al.. J Allergy Clin Immunol 2008 · PMID 18620743 · DOI 10.1016/j.jaci.2008.05.043
    Serial kasus / laporan kasuspemeriksaan silang independenabstrak diperiksa

    75% of reactive children tolerated extensively heated milk.

    Baked milk tolerated by most milk-allergic children; casein-rich cheese not covered.

    Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Sebagian · Kualitas metodologis: sedang · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim

    Publikasi asli · Rincian ilmiah

    Penjelasan studi secara sederhana
    Apa yang ingin diketahui para peneliti?

    Test baked milk in milk-allergic children.

    Bagaimana studi ini dilakukan?

    Food challenges.

    Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?

    100 children.

    Apa yang sebenarnya ditemukan?

    Most tolerated baked milk.

    Seberapa besar efek yang teramati?

    75%.

    Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?

    Heating changes some milk allergens; cheese is different.

    Apa keterbatasan studi ini?

    No controls.

    Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?

    Narrow support for 'cooked is less allergenic'.

    Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?

    Applicable.

    Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?

    Cannot show that cheese is safe for allergic people.

    Rincian ilmiah →

Konteks wilayah

Jerman / UE

Aged cheeses are commonly advised for lactose-intolerant people in Europe (I-DRY-13/14 are Italian).

Mesir

Egyptian 'romi' cheese is a ripened hard cheese and is plausibly low in lactose (not measured here); Egyptian processed cheeses were not examined.

Apa yang berlaku di negara saya?

Penilaian ilmiah umum

Mungkin benar Keju yang diperam lebih mudah diterima oleh orang dengan intoleransi laktosa, tetapi alasan tersebut tidak menjelaskan mengapa yoghurt yang difermentasi dilarang atau mengapa keju seharusnya kurang memicu alergi.

Bidang keamanan pangan berikut relevan dengan pernyataan ini:

  • Obat hewan dan antibiotik
  • Hormon pemacu pertumbuhan
  • Cemaran (logam berat, PFAS, PCB, dioksin, nitrat)
  • Mikotoksin (racun jamur)
  • Pengawasan, impor, penarikan produk, pelabelan

Produk susu

Pilih negara untuk melihat informasi yang telah diperiksa untuk negara tersebut.

Batasan: aturan hukum menggambarkan apa yang diizinkan, bukan apa yang terkandung dalam setiap makanan. Data pengukuran berasal dari sampel dan hanya bermakna bersama rincian metodenya.

Negara tempat tinggal atau pembelian Bandingkan dengan negara lain

Referensi

  1. Lactose Residual Content in PDO Cheeses: Novel Inclusions for Consumers with Lactose Intolerance.. Facioni MS et al.. Foods 2021 · PMID 34574346 · DOI 10.3390/foods10092236
  2. Dairy products and inflammation: A review of the clinical evidence.. Bordoni A et al.. Crit Rev Food Sci Nutr 2017 · PMID 26287637 · DOI 10.1080/10408398.2014.967385
  3. Milk A1 β-casein and health-related outcomes in humans: a systematic review.. Küllenberg de Gaudry D et al.. Nutr Rev 2019 · PMID 30722004 · DOI 10.1093/nutrit/nuy063
  4. Effects of fermented dairy products on inflammatory biomarkers: A meta-analysis.. Zhang X et al.. Nutr Metab Cardiovasc Dis 2023 · PMID 36710113 · DOI 10.1016/j.numecd.2022.12.014
  5. Nutritional management of lactose intolerance: the importance of diet and food labelling.. Facioni MS et al.. J Transl Med 2020 · PMID 32590986 · DOI 10.1186/s12967-020-02429-2
  6. Tolerance to extensively heated milk in children with cow's milk allergy.. Nowak-Wegrzyn A et al.. J Allergy Clin Immunol 2008 · PMID 18620743 · DOI 10.1016/j.jaci.2008.05.043

← Kembali ke ikhtisar