Pemanis buatan (aspartam, asesulfam-K, sukralosa) dikaitkan dengan risiko kanker dan kardiovaskular yang lebih tinggi.
Pernyataan asli
ترفع خطر أمراض القلب ... والسرطان ... عبر آلياتٍ تشمل المستحلبات الصناعية، المحليات، والمضافات.
bukan kata demi kata – parafrasa. Terjemahan oleh proyek; rumusan bahasa Arab yang menjadi acuan.
Terjemahan
Pemanis buatan (aspartam, asesulfam-K, sukralosa) dikaitkan dengan risiko kanker dan kardiovaskular yang lebih tinggi.
Asal
- Status sumber
- Redaksi arsip
- Atribusi
- Archive editors (study selection and narrative are the archive's, not necessarily Elawady's)
- Asal
- https://eltayebat.com/rule/ultra-processed-foods/
- Ketidakpastian atribusi
- The archive homepage states that the forbidden-food section is supported by research 'independently of Dr. Diaa's words'. No evidence was found that Elawady himself cited these studies.
- Mekanisme yang diklaim
Sweetener toxicity, microbiome effects.
- Efek kesehatan yang diklaim
Cancer, cardiovascular disease.
- Populasi yang dimaksud
Adults
- Batasan geografis oleh Elawady
none found
Penilaian ilmiah
Mungkin benar – Sebagian bukti mendukung pernyataan ini, tetapi belum cukup untuk penilaian yang jelas.
Tingkat kepastian bukti: rendah – Penelitian lebih lanjut kemungkinan besar akan mengubah penilaian secara bermakna.
1. Apa yang diklaim?
Sweeteners raise cancer and heart disease risk.
2. Apa yang terbukti benar?
Several cohorts link artificial sweeteners and diet drinks with more cardiovascular disease (I-UPF-116, A-UPF-19); one large French cohort also links them with cancer (A-UPF-18). WHO advises against non-sugar sweeteners for weight control and mentions possible undesirable long-term effects (I-SOD-08).
3. Apa yang salah atau dilebih-lebihkan?
The cancer link is inconsistent: pooled cohorts show no overall association (I-UPF-115). Associations cannot show that sweeteners cause disease; people at higher risk often switch to diet drinks (reverse causation, acknowledged in I-UPF-116). Absolute differences are small.
4. Apa yang masih belum jelas?
Causality.
5. Studi mana yang mendukungnya?
6. Studi mana yang membantahnya?
7. Apa yang berlaku untuk Jerman dan Eropa?
EU-authorised sweeteners have ADIs; EFSA re-evaluation status not checked in this review.
8. Apa yang diketahui tentang Mesir?
No Egypt data.
9. Kesimpulan praktis apa yang tepat?
Belum ada kesimpulan yang pasti; menghindari pemanis bersifat pilihan, bukan keharusan medis.
Rincian penilaian
- Alasan tingkat kepastian bukti
Cardiovascular associations are replicated across cohorts: low-calorie sweetened beverages RR 1.07 (1.05-1.10) per daily serving (I-UPF-116) and total sweeteners HR 1.09 in NutriNet-Sante (A-UPF-19). Cancer: NutriNet-Sante HR 1.13 (A-UPF-18), but a meta-analysis of 25 studies found no overall association (I-UPF-115; European subgroup 1.07). Reverse causation and confounding are likely; IARC found limited evidence for aspartame; JECFA kept the ADI.
- Kualitas sumber
Archive lists the NutriNet-Santé studies without interpretation; summary implies causal mechanisms.
- Keteralihan ke wilayah lain
High (French cohort; EU-authorised sweeteners).
- Pengecualian individual
Not applicable.
- Cakupan wilayah klaim
- umum (biologis/medis)
- Terakhir ditinjau
- 26 Oktober 2026 sementara
Bukti ilmiah secara rinci
Benar hanya dalam kondisi tertentu – Klaim ini hanya berlaku untuk dosis, kelompok orang, cara pengolahan, atau keadaan tertentu.
Pertanyaan penelitian: In adults, is intake of artificial sweeteners (aspartame, acesulfame-K, sucralose) associated with higher cancer and cardiovascular risk?
Pertanyaan penelitian secara rinci (PECO)
- Populasi
- Adults
- Intervensi atau paparan
- Artificial sweeteners / low-calorie sweetened beverages
- Pembanding
- Low/no intake
- Cakupan geografis
- universal biology
- Luaran
- Cancer incidence
- Cardiovascular disease
Hasil studi sebagaimana dilaporkan oleh para penulis. Penilaian kami menyusul di bawah.
Apa yang mendukung klaim ini?
Diet drinks and heart disease
Yin J et al.. Adv Nutr 2021 · PMID 32696948 · DOI 10.1093/advances/nmaa084 Meta-analisisabstrak diperiksabaru ditambahkanMeta-analysis of cohorts: low-calorie sweetened beverages associated with CVD.
- Hasil sebenarnya
- RR 1.07 (1.05-1.10) per serving/day.
- Kualitas metodologis
- moderate
- Relevansi
- direct (association)
- Keterbatasan
- Reverse causation.
Artificial sweeteners and heart disease in France
Debras C et al.. BMJ 2022 · PMID 36638072 · DOI 10.1136/bmj-2022-071204 Studi kohortabstrak diperiksaNutriNet-Sante: sweeteners associated with CVD.
- Hasil sebenarnya
- HR 1.09 (1.01-1.18).
- Kualitas metodologis
- moderate
- Relevansi
- direct
- Keterbatasan
- Single cohort.
Artificial sweeteners and cancer in France
Debras C et al.. PLoS Med 2022 · PMID 35324894 · DOI 10.1371/journal.pmed.1003950 Studi kohortabstrak diperiksaNutriNet-Sante: sweeteners associated with cancer.
- Hasil sebenarnya
- HR 1.13 (1.03-1.25).
- Kualitas metodologis
- moderate
- Relevansi
- direct
- Keterbatasan
- Single cohort.
Apa yang menentang klaim ini?
Artificial sweeteners and cancer: pooled studies
Yan S et al.. Nutrients 2022 · PMID 36145117 · DOI 10.3390/nu14183742 Meta-analisisabstrak diperiksabaru ditambahkanMeta-analysis of 25 studies: no overall association with cancer.
- Hasil sebenarnya
- No overall association; Europe subgroup 1.07 (1.02-1.12).
- Kualitas metodologis
- moderate
- Relevansi
- direct
- Keterbatasan
- Subgroups.
IARC and JECFA on aspartame
WHO / IARC / JECFA. WHO news release 2023 Kajian risikoteks lengkap diperiksaJECFA reaffirmed aspartame ADI 0-40 mg/kg.
- Hasil sebenarnya
- Regulatory.
- Kualitas metodologis
- high (regulatory)
- Relevansi
- indirect
Apa kata bukti secara keseluruhan?
Penilaian redaksi berdasarkan studi di atas – bukan hasil studi itu sendiri.
Posisi mana yang lebih didukung?
Sweeteners/diet drinks are consistently associated with CVD in cohorts; cancer associations are inconsistent; causation unproven.
Mengapa sebagian studi lebih berbobot
Multiple cohorts for CVD; cancer meta-analysis null overall.
Apakah hubungan sebab-akibat sudah terbukti? Belum terbukti Reverse causation (people at risk choose diet drinks) and confounding.
Ketidakpastian yang tersisa
Causality; specific sweeteners.
Kesimpulan yang dapat dibenarkan
'Linked to' is correct for CVD, uncertain for cancer.
Mengapa studi-studi tampak saling bertentangan?
NutriNet-Sante cancer signal vs meta-analysis null: different exposure measurement (detailed records vs beverage questions) and populations.
Apakah ini bergantung pada negara?
- Efek biologis umum
- Biological mechanisms (energy density, eating rate, additives) are universal.
- Kebiasaan makan
- Mostly European and US diets studied; Egyptian UPF intake not quantified in the literature found (PubMed search: 2 hits, neither relevant).
- Asal makanan
- Not relevant.
- Cemaran
- Not relevant.
- Kondisi produksi nasional
- Product formulations differ by country.
- Aturan hukum
- No legal UPF category in EU or (as far as checked) Egypt.
- Data pemantauan sebenarnya
- No Egyptian monitoring data.
Perbedaan antarwilayah yang mengubah kesimpulan tidak didukung oleh data yang kuat.
Pemeriksaan ulang statistik
- CI symmetry and P – Europe 1.07 (1.02-1.12): P about 0.005; mortality 1.13 (1.03-1.25): P about 0.013. dihitung ulang
- CI symmetry – Minor rounding asymmetry. dihitung ulang
Kepastian bukti secara keseluruhan (GRADE, disederhanakan)
- Luaran utama
- CVD and cancer associations with sweeteners
- Tingkat awal
- rendah (studi observasional)
- Alasan penurunan tingkat
- risk of bias (reverse causation)
- inconsistency (cancer)
- Hasil
- rendah
Penilaian sederhana oleh satu penilai, mengikuti pendekatan GRADE; bukan panel GRADE formal. GRADE menilai kumpulan bukti untuk satu luaran, bukan studi individual.
Pedoman klinis dan pernyataan resmi yang diperiksa
- WHO: WHO advises not to use non-sugar sweeteners for weight control (I-SOD-08) (2023) · Publikasi asli
Recommends against non-sugar sweeteners to control body weight or reduce NCD risk; based on a systematic review showing no long-term benefit for body fat; potential undesirable long-term effects noted (conditional recommendation). - WHO / IARC / JECFA: Aspartame hazard and risk assessment results released (I-SOD-09) (2023) · Publikasi asli
IARC classified aspartame as possibly carcinogenic to humans (Group 2B) on limited evidence (hepatocellular carcinoma); JECFA reaffirmed the ADI of 40 mg/kg body weight (page re-fetched 2026-10-26).
Strategi penelusuran
Penelusuran literatur yang terdokumentasi untuk tinjauan ini (string pencarian dalam sintaksis asli basis data).
| Basis data | Tanggal | Penelusuran | Mencari | Hasil | Disertakan |
|---|---|---|---|---|---|
| Europe PMC | 26 Oktober 2026 | ("non-sugar sweeteners" OR "artificial sweeteners" OR "non-nutritive sweeteners" OR "low-calorie sweeteners") AND (TITLE:"health effects" OR TITLE:cancer OR TITLE:cardiovascular OR TITLE:mortality) AND (PUB_TYPE:"Meta-Analysis" OR PUB_TYPE:"Systematic Review") AND PUB_YEAR:[2019 TO 2026] | kedua arah | 28 | |
| Europe PMC | 26 Oktober 2026 | AUTH:"Rios-Leyvraz M" AND sweeteners | kedua arah | 0 | |
| WHO website | 26 Oktober 2026 | https://www.who.int/news/item/15-05-2023-who-advises-not-to-use-non-sugar-sweeteners-for-weight-control-in-newly-released-guideline (re-fetched) | pedoman | 1 |
Seberapa mendalam ini diperiksa?
5 studi terkait: 1 diperiksa dalam teks lengkap (0 di antaranya dengan penilaian risiko bias terstruktur), 4 berdasarkan abstrak, 0 hanya secara bibliografis. Belum ada penilaian formal oleh dua penilai independen dan belum ada tinjauan pakar manusia yang independen.
Tinjauan ilmiah terakhir: 26 Oktober 2026
Riwayat penilaian
- 25 Oktober 2026 · Fase 1 · Penilaian awal: Tidak jelas / bukti tidak memadai (rendah)
- 26 Oktober 2026 · Fase 4 (tinjauan bukti sistematis) · Penilaian diubah: Tidak jelas / bukti tidak memadai (rendah) → Mungkin benar (rendah)
The previous rating rested on 'associations from one large French cohort'. The CVD association is now replicated across several cohorts (I-UPF-116), and the claim only states a link, not causation; the cancer part remains inconsistent (I-UPF-115). The association claim is therefore possibly true rather than unclear.
Sumber baru: I-UPF-115 I-UPF-116
Dalam bahasa sederhana
Studi yang mengikuti kelompok besar orang menemukan bahwa mereka yang lebih banyak menggunakan pemanis buatan atau minuman diet agak lebih banyak mengalami penyakit jantung. Untuk kanker, hasilnya beragam. Studi-studi ini tidak dapat membuktikan bahwa pemanis adalah penyebabnya, karena orang dengan masalah berat badan atau kesehatan lebih sering memilih produk diet. Hubungan ini mungkin ada, tetapi belum terbukti.
Studi tentang klaim ini
Studi yang mendukung klaim (1)
-
Diet drinks and heart disease
Yin J et al.. Adv Nutr 2021 · PMID 32696948 · DOI 10.1093/advances/nmaa084Meta-analisispemeriksaan silang independenabstrak diperiksaEach daily diet drink was linked to 7% more cardiovascular disease across cohort studies; the authors warn this may reflect who drinks them.
Low-calorie sweetened beverages: CVD RR 1.07 per serving/day; authors caution about reverse causation.
Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Sebagian · Kualitas metodologis: sedang · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim
Publikasi asli · Rincian ilmiah
Penjelasan studi secara sederhana
- Apa yang ingin diketahui para peneliti?
To link sweetened drinks with heart disease.
- Bagaimana studi ini dilakukan?
Meta-analysis of cohorts.
- Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?
8 articles on diet drinks.
- Apa yang sebenarnya ditemukan?
Diet and sugary drinks both linked to more CVD.
- Seberapa besar efek yang teramati?
RR 1.07 per serving.
- Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?
Water is the safest choice.
- Apa keterbatasan studi ini?
Reverse causation.
- Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?
Supports the association in C-UPF-07.
- Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?
Applicable.
- Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?
Cannot prove sweeteners cause CVD.
Tidak ada studi dalam kelompok ini yang ditandai sebagai studi kunci.
Studi yang membantah atau membatasi klaim (1)
-
IARC and JECFA on aspartame
WHO / IARC / JECFA. WHO news release 2023Kajian risikopemeriksaan silang independenteks lengkap diperiksa★ studi kunciIARC said 'possibly carcinogenic' on limited evidence; JECFA kept the safe daily limit of 40 mg/kg.
Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Sebagian · Kualitas metodologis: tinggi · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim
Publikasi asli · Rincian ilmiah
Penjelasan studi secara sederhana
- Apa yang ingin diketahui para peneliti?
Carcinogenic hazard and acceptable intake of aspartame.
- Bagaimana studi ini dilakukan?
Joint hazard (IARC) and risk (JECFA) assessment (news release read in full).
- Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?
Not applicable; General population
- Apa yang sebenarnya ditemukan?
IARC: Group 2B (limited evidence in humans for hepatocellular carcinoma; limited in animals; limited mechanistic). JECFA: no sufficient reason to change the ADI of 0-40 mg/kg bw; a 70 kg adult would need >9-14 cans/day (200-300 mg each) to exceed it. IARC classifications reflect strength of evidence, not risk at a given exposure.
- Seberapa besar efek yang teramati?
ADI 0-40 mg/kg bw
- Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?
Normal intake is within the safe limit for most people.
- Apa keterbatasan studi ini?
Limited evidence base
- Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?
- Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?
Applies; aspartame (E951) authorised in EU.
- Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?
That aspartame causes cancer.
Tidak ada studi dalam kelompok ini yang ditandai sebagai studi kunci.
Studi dengan hasil campuran atau tidak jelas (3)
-
Artificial sweeteners and cancer in France
Debras C et al.. PLoS Med 2022 · PMID 35324894 · DOI 10.1371/journal.pmed.1003950Studi kohortdikutip oleh arsip Tayebatabstrak diperiksaHigher sweetener consumers had 13% more cancer.
Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Sebagian · Kualitas metodologis: sedang · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim
Publikasi asli · Rincian ilmiah
Penjelasan studi secara sederhana
- Apa yang ingin diketahui para peneliti?
Are artificial sweetener intakes associated with cancer?
- Bagaimana studi ini dilakukan?
Prospective cohort with brand-level 24-h records.
- Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?
102,865; 3,358 cancer cases; Adults
- Apa yang sebenarnya ditemukan?
Higher consumers vs non-consumers: overall cancer HR 1.13 (1.03-1.25); aspartame 1.15 (1.03-1.28); acesulfame-K 1.13 (1.01-1.26); breast cancer (aspartame) 1.22 (1.01-1.48); obesity-related cancers 1.13 (1.00-1.28).
- Seberapa besar efek yang teramati?
HR 1.13 (1.03-1.25)
- Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?
Possible signal.
- Apa keterbatasan studi ini?
Selection bias, residual confounding, reverse causation (authors)
- Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?
Mixed for C-UPF-07.
- Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?
High.
- Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?
Causation.
-
Artificial sweeteners and heart disease in France
Debras C et al.. BMJ 2022 · PMID 36638072 · DOI 10.1136/bmj-2022-071204Studi kohortdikutip oleh arsip Tayebatabstrak diperiksaHigher sweetener intake: 9% higher cardiovascular risk.
Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Sebagian · Kualitas metodologis: sedang · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim
Publikasi asli · Rincian ilmiah
Penjelasan studi secara sederhana
- Apa yang ingin diketahui para peneliti?
Are artificial sweeteners associated with CVD?
- Bagaimana studi ini dilakukan?
Prospective cohort with repeated 24-h records.
- Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?
103,388; 1,502 CVD events; Adults, 79.8% women
- Apa yang sebenarnya ditemukan?
Total sweeteners CVD HR 1.09 (1.01-1.18); cerebrovascular 1.18 (1.06-1.31); aspartame cerebrovascular 1.17 (1.03-1.33); acesulfame-K CHD 1.40 (1.06-1.84); sucralose CHD 1.31 (1.00-1.71).
- Seberapa besar efek yang teramati?
HR 1.09 (1.01-1.18)
- Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?
Small possible signal.
- Apa keterbatasan studi ini?
Reverse causation; Residual confounding
- Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?
Mixed for C-UPF-07.
- Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?
High.
- Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?
Causation.
-
Artificial sweeteners and cancer: pooled studies
Yan S et al.. Nutrients 2022 · PMID 36145117 · DOI 10.3390/nu14183742Meta-analisispemeriksaan silang independenabstrak diperiksaAcross 25 studies, sweeteners were not linked to cancer overall; a small link appeared only in European studies.
No overall cancer association; European subgroup HR 1.07; all-cause mortality 1.13 with high heterogeneity.
Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Sebagian · Kualitas metodologis: sedang · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim
Publikasi asli · Rincian ilmiah
Penjelasan studi secara sederhana
- Apa yang ingin diketahui para peneliti?
To pool studies on sweeteners and cancer.
- Bagaimana studi ini dilakukan?
Meta-analysis of cohorts.
- Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?
3.7 million people.
- Apa yang sebenarnya ditemukan?
No overall cancer link; small European signal.
- Seberapa besar efek yang teramati?
Europe 1.07 (1.02-1.12).
- Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?
The cancer link is uncertain.
- Apa keterbatasan studi ini?
Observational; subgroups.
- Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?
Mixed for C-UPF-07.
- Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?
Applicable.
- Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?
Cannot prove harm or safety.
Tidak ada studi dalam kelompok ini yang ditandai sebagai studi kunci.
Konteks wilayah
Jerman / UE
EU-authorised sweeteners have ADIs; EFSA re-evaluation status not checked in this review.
Mesir
No Egypt data.
Apa yang berlaku di negara saya?
Penilaian ilmiah umum
Mungkin benar Mungkin benar sebagai hubungan untuk penyakit kardiovaskular; hubungan dengan kanker tidak konsisten dan hubungan sebab-akibat belum terbukti.
Bidang keamanan pangan berikut relevan dengan pernyataan ini:
- Bahan tambahan pangan dan pengolahan
- Pengawasan, impor, penarikan produk, pelabelan
Pilih negara untuk melihat informasi yang telah diperiksa untuk negara tersebut.
Batasan: aturan hukum menggambarkan apa yang diizinkan, bukan apa yang terkandung dalam setiap makanan. Data pengukuran berasal dari sampel dan hanya bermakna bersama rincian metodenya.
Negara tempat tinggal atau pembelian Bandingkan dengan negara lain
Referensi
- Intake of Sugar-Sweetened and Low-Calorie Sweetened Beverages and Risk of Cardiovascular Disease: A Meta-Analysis and Systematic Review.. Yin J et al.. Adv Nutr 2021 · PMID 32696948 · DOI 10.1093/advances/nmaa084
- Aspartame hazard and risk assessment results released (IARC and WHO/FAO JECFA, 14 July 2023) — news release. WHO / IARC / JECFA. WHO news release 2023
- Artificial sweeteners and cancer risk: Results from the NutriNet-Santé population-based cohort study.. Debras C et al.. PLoS Med 2022 · PMID 35324894 · DOI 10.1371/journal.pmed.1003950
- Artificial sweeteners and risk of cardiovascular diseases: results from the prospective NutriNet-Santé cohort.. Debras C et al.. BMJ 2022 · PMID 36638072 · DOI 10.1136/bmj-2022-071204
- Can Artificial Sweeteners Increase the Risk of Cancer Incidence and Mortality: Evidence from Prospective Studies.. Yan S et al.. Nutrients 2022 · PMID 36145117 · DOI 10.3390/nu14183742