Makanan ultra-proses mendorong makan berlebihan dan kenaikan berat badan: dalam sebuah uji acak NIH, orang makan sekitar 500 kkal lebih banyak per hari dan berat badannya naik 0,9 kg dalam dua minggu dengan pola makan ultra-proses.
Pernyataan asli
الدليل التجريبي الحاسم جاء من تجربة هول العشوائية ... فالأكل من الأطعمة فائقة المعالجة دفعهم لاستهلاك 508 سعرة زائدة يومياً وزيادة 0.9 كغ في أسبوعين، بينما خسر نفس الأشخاص 0.9 كغ على الحمية غير المُعالَجة.
kata demi kata sesuai sumber. Terjemahan oleh proyek; rumusan bahasa Arab yang menjadi acuan.
Terjemahan
Makanan ultra-proses mendorong makan berlebihan dan kenaikan berat badan: dalam sebuah uji acak NIH, orang makan sekitar 500 kkal lebih banyak per hari dan berat badannya naik 0,9 kg dalam dua minggu dengan pola makan ultra-proses.
Asal
- Status sumber
- Redaksi arsip
- Atribusi
- Archive editors (study selection and narrative are the archive's, not necessarily Elawady's)
- Asal
- https://eltayebat.com/rule/ultra-processed-foods/
- Ketidakpastian atribusi
- The archive homepage states that the forbidden-food section is supported by research 'independently of Dr. Diaa's words'. No evidence was found that Elawady himself cited these studies.
- Mekanisme yang diklaim
Hyper-palatability, energy density, eating rate (not specified by archive).
- Efek kesehatan yang diklaim
Excess energy intake, weight gain, obesity.
- Populasi yang dimaksud
Adults, children
- Batasan geografis oleh Elawady
none found
Penilaian ilmiah
Sebagian besar benar – Benar pada intinya, tetapi dengan keterbatasan atau ketidaktepatan kecil.
Tingkat kepastian bukti: sedang – Penelitian lebih lanjut masih dapat memengaruhi penilaian.
1. Apa yang diklaim?
UPF diets cause overeating and weight gain.
2. Apa yang terbukti benar?
Hall 2019 (A-UPF-01): +508 ± 106 kcal/day, +0.9 kg vs -0.9 kg. Dicken 2025 (I-UPF-01): within guideline-compliant diets, weight loss was greater on minimally processed food (-2.06% vs -1.05%; difference -1.01%, 95% CI -1.87 to -0.14).
3. Apa yang salah atau dilebih-lebihkan?
Calling one 20-person, 4-week inpatient trial 'decisive' is an overstatement; long-term effects are not tested in trials.
4. Apa yang masih belum jelas?
Which features of UPF drive the effect: eating rate, texture and energy density explain part of it (I-UPF-102, I-UPF-124); long-term effects are untested.
5. Studi mana yang mendukungnya?
A-UPF-01 (Hall 2019), I-UPF-01 (Dicken 2025), Hamano 2024 (I-UPF-101; +813.5 kcal/day in 9 Japanese men), A-UPF-08, A-UPF-09, A-UPF-10.
6. Studi mana yang membantahnya?
No trial shows the opposite, but limiting evidence exists: within UPF diets, slower-eating textures reduced intake by 369 kcal/day (Forde 2026, I-UPF-102); with fixed preloads, processing did not change later intake (Barros 2026, I-UPF-124); a 2026 review argues that feeding trials do not establish causation beyond energy density and nutrients (I-UPF-123).
7. Apa yang berlaku untuk Jerman dan Eropa?
Applicable; I-UPF-01 was conducted in England.
8. Apa yang diketahui tentang Mesir?
No Egypt-specific data.
9. Kesimpulan praktis apa yang tepat?
Memilih terutama makanan yang diolah minimal dapat membantu pengendalian berat badan.
Rincian penilaian
- Alasan tingkat kepastian bukti
- Kualitas sumber
Archive reports Hall 2019 accurately; 'the decisive evidence' overstates a 20-person, 4-week trial.
- Keteralihan ke wilayah lain
High: the 2025 UK trial (I-UPF-01) was conducted in England within national dietary guidelines.
- Pengecualian individual
Responses varied between individuals.
- Cakupan wilayah klaim
- umum (biologis/medis)
- Terakhir ditinjau
- 26 Oktober 2026 sementara
Bukti ilmiah secara rinci
Benar hanya dalam kondisi tertentu – Klaim ini hanya berlaku untuk dosis, kelompok orang, cara pengolahan, atau keadaan tertentu.
Pertanyaan penelitian: In adults, do ad libitum UPF diets, compared with minimally processed diets, increase energy intake and weight (Hall 2019: +500 kcal/day, +0.9 kg in 2 weeks)?
Pertanyaan penelitian secara rinci (PICO)
- Populasi
- Adults
- Intervensi atau paparan
- Ultra-processed diet
- Pembanding
- Unprocessed/minimally processed diet
- Cakupan geografis
- universal biology
- Luaran
- Energy intake
- Body weight
Hasil studi sebagaimana dilaporkan oleh para penulis. Penilaian kami menyusul di bawah.
Apa yang mendukung klaim ini?
Ultra-processed vs unprocessed diet in hospital
Hall KD et al.. Cell Metab 2019 · PMID 31105044 · DOI 10.1016/j.cmet.2019.05.008 Uji acak terkendaliteks lengkap, penilaian risiko bias terstrukturHall 2019 inpatient RCT: +508 kcal/day and +0.9 kg on UPF.
- Hasil sebenarnya
- +508 +/- 106 kcal/d; +0.9 vs -0.9 kg.
- Kualitas metodologis
- high (metabolic ward crossover), small
- Relevansi
- direct
- Keterbatasan
- n=20; 2 weeks per diet.
Ultra-processed vs minimally processed healthy diets in England
Dicken SJ et al.. Nat Med 2025 · PMID 40760353 · DOI 10.1038/s41591-025-03842-0 Uji acak terkendaliteks lengkap, penilaian risiko bias terstrukturDicken 2025 (UK, 8 weeks): more weight loss on minimally processed than UPF diet within guidelines.
- Hasil sebenarnya
- Difference -1.01% (-1.87 to -0.14).
- Kualitas metodologis
- moderate-high
- Relevansi
- direct
- Keterbatasan
- Order effect.
Ultra-processed diet trial in Japanese men
Hamano S et al.. Diabetes Obes Metab 2024 · PMID 39267249 · DOI 10.1111/dom.15922 Uji acak terkendaliabstrak diperiksabaru ditambahkanHamano 2024 (Japan): +813.5 kcal/day and +1.1 kg on UPF.
- Hasil sebenarnya
- +813.5 (342.4-1284.7) kcal/d.
- Kualitas metodologis
- low (n=9, open-label)
- Relevansi
- direct
- Keterbatasan
- Very small.
Apa yang menentang klaim ini?
Eating speed and ultra-processed diets
Forde CG et al.. Am J Clin Nutr 2026 · PMID 41314613 · DOI 10.1016/j.ajcnut.2025.11.012 Uji acak terkendaliabstrak diperiksabaru ditambahkanForde 2026: within UPF diets, slower-eating textures reduced intake by 369 kcal/day.
- Hasil sebenarnya
- -369 (221-517) kcal/d.
- Kualitas metodologis
- high (2-week RCT)
- Relevansi
- indirect (UPF vs UPF)
- Keterbatasan
- Industry ties of first author.
Ultra-processed vs unprocessed meals of the same calories
Barros LM et al.. Appetite 2026 · PMID 42633852 · DOI 10.1016/j.appet.2026.108761 Uji acak terkendaliabstrak diperiksabaru ditambahkanBarros 2026: with fixed preloads, processing did not change later intake.
- Hasil sebenarnya
- -24.5 (-87 to 38) kcal.
- Kualitas metodologis
- low (n=19, 1 day)
- Relevansi
- direct
- Keterbatasan
- Short.
Critique of ultra-processed food feeding trials
Ludwig DS. Crit Rev Food Sci Nutr 2026 · PMID 42063358 · DOI 10.1080/10408398.2026.2664043 Tinjauan naratifabstrak diperiksabaru ditambahkanLudwig 2026 review: feeding trials do not establish causation beyond energy density and nutrients.
- Hasil sebenarnya
- Narrative.
- Kualitas metodologis
- low (opinion)
- Relevansi
- direct
- Keterbatasan
- No data.
Apa kata bukti secara keseluruhan?
Penilaian redaksi berdasarkan studi di atas – bukan hasil studi itu sendiri.
Posisi mana yang lebih didukung?
Short-term ad libitum trials consistently show higher intake and weight gain on typical UPF diets; part of the effect is explained by energy density and eating rate rather than processing per se.
Mengapa sebagian studi lebih berbobot
Randomised feeding trials (Hall, Dicken, Hamano) outweigh critiques; mechanistic trials (Forde, Teo, Barros) qualify what drives the effect.
Apakah hubungan sebab-akibat sudah terbukti? Kemungkinan besar Randomised but short; mechanism partly non-specific to processing.
Ketidakpastian yang tersisa
Long-term effects; which features matter.
Kesimpulan yang dapat dibenarkan
Archive reports Hall 2019 correctly; 'drive overeating' is supported for typical UPF diets in the short term.
Mengapa studi-studi tampak saling bertentangan?
Hall/Hamano (ad libitum, whole-day UPF vs unprocessed) vs Barros (fixed preloads, one day) answer different questions; Forde shows variation within UPF.
Apakah ini bergantung pada negara?
- Efek biologis umum
- Biological mechanisms (energy density, eating rate, additives) are universal.
- Kebiasaan makan
- Mostly European and US diets studied; Egyptian UPF intake not quantified in the literature found (PubMed search: 2 hits, neither relevant).
- Asal makanan
- Not relevant.
- Cemaran
- Not relevant.
- Kondisi produksi nasional
- Product formulations differ by country.
- Aturan hukum
- No legal UPF category in EU or (as far as checked) Egypt.
- Data pemantauan sebenarnya
- No Egyptian monitoring data.
Perbedaan antarwilayah yang mengubah kesimpulan tidak didukung oleh data yang kuat.
Pemeriksaan ulang statistik
- 95% CI from mean +/- SE – 300 to 716 kcal/day. dihitung ulang
- CI midpoint/SE – Consistent; SE about 240 kcal/day. dihitung ulang
- CI midpoint – Consistent (369). dihitung ulang
Kepastian bukti secara keseluruhan (GRADE, disederhanakan)
- Luaran utama
- Short-term energy intake on UPF diets
- Tingkat awal
- tinggi (uji acak)
- Alasan penurunan tingkat
- imprecision (small trials)
- indirectness (short duration)
- Hasil
- sedang
Penilaian sederhana oleh satu penilai, mengikuti pendekatan GRADE; bukan panel GRADE formal. GRADE menilai kumpulan bukti untuk satu luaran, bukan studi individual.
Strategi penelusuran
Penelusuran literatur yang terdokumentasi untuk tinjauan ini (string pencarian dalam sintaksis asli basis data).
| Basis data | Tanggal | Penelusuran | Mencari | Hasil | Disertakan |
|---|---|---|---|---|---|
| Europe PMC | 26 Oktober 2026 | ("ultra-processed" OR "ultraprocessed") AND ("energy intake" OR "ad libitum" OR "weight") AND (PUB_TYPE:"Randomized Controlled Trial" OR TITLE:randomized OR TITLE:randomised OR TITLE:crossover) AND PUB_YEAR:[2019 TO 2026] | kedua arah | 442 | |
| Europe PMC | 26 Oktober 2026 | ("ultra-processed" OR "ultraprocessed") AND (TITLE:obesity OR TITLE:overweight OR TITLE:"body weight" OR TITLE:adiposity) AND (PUB_TYPE:"Meta-Analysis") AND PUB_YEAR:[2020 TO 2026] | bukti pendukung | 31 | |
| PubMed | 26 Oktober 2026 | (ultra-processed[ti] OR ultraprocessed[ti]) AND ("energy intake"[tiab] OR "weight gain"[tiab]) AND (randomized controlled trial[pt] OR crossover[tiab]) | bukti pendukung | 26 | |
| Europe PMC | 26 Oktober 2026 | ("ultra-processed" OR "ultraprocessed") AND ("energy density" OR "hyperpalatab*") AND (TITLE:diet* OR TITLE:intake) AND PUB_YEAR:[2021 TO 2026] AND (PUB_TYPE:"Randomized Controlled Trial" OR PUB_TYPE:"Clinical Trial") | bukti yang menentang | 35 | |
| PubMed | 26 Oktober 2026 | (ultra-processed[ti] OR ultraprocessed[ti]) AND ("eating rate"[tiab] OR texture[tiab] OR "energy density"[tiab] OR hyperpalatab*[tiab]) AND (trial[tiab]) | bukti yang menentang | 20 |
Seberapa mendalam ini diperiksa?
9 studi terkait: 2 diperiksa dalam teks lengkap (2 di antaranya dengan penilaian risiko bias terstruktur), 7 berdasarkan abstrak, 0 hanya secara bibliografis. Belum ada penilaian formal oleh dua penilai independen dan belum ada tinjauan pakar manusia yang independen.
Tinjauan ilmiah terakhir: 26 Oktober 2026
Riwayat penilaian
- 25 Oktober 2026 · Fase 1 · Penilaian awal: Sebagian besar benar (sedang)
- 26 Oktober 2026 · Fase 4 (tinjauan bukti sistematis) · Diperiksa ulang dengan bukti yang diperluas; penilaian tidak berubah: Sebagian besar benar (sedang)
Replication (Hamano) and mechanistic trials (Forde, Barros) refine but do not overturn the conclusion.
Sumber baru: I-UPF-101 I-UPF-102 I-UPF-123 I-UPF-124
Dalam bahasa sederhana
Dalam sebuah eksperimen di rumah sakit di AS, 20 orang makan sekitar 500 kalori lebih banyak setiap hari ketika diberi makanan ultra-proses dan berat badannya naik, sedangkan berat badan mereka turun dengan makanan yang tidak diolah. Sebuah uji klinis yang lebih besar pada tahun 2025 di Inggris menemukan penurunan berat badan yang lebih besar dengan pola makan yang diolah minimal, bahkan ketika kedua pola makan mengikuti anjuran makan sehat nasional. Uji-uji ini berlangsung singkat, tetapi mendukung poin arsip.
Studi tentang klaim ini
Studi yang mendukung klaim (6)
-
Ultra-processed vs unprocessed diet in hospital
Hall KD et al.. Cell Metab 2019 · PMID 31105044 · DOI 10.1016/j.cmet.2019.05.008Uji acak terkendalidikutip oleh arsip Tayebatteks lengkap, penilaian risiko bias terstruktur★ studi kunciPeople ate about 500 calories more per day and gained weight on ultra-processed food.
Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Ya · Kualitas metodologis: tinggi · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim
Publikasi asli · Rincian ilmiah
Penjelasan studi secara sederhana
- Apa yang ingin diketahui para peneliti?
Do ultra-processed foods affect energy intake?
- Bagaimana studi ini dilakukan?
Inpatient randomized crossover trial, 2 weeks per diet, ad libitum.
- Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?
20; Weight-stable adults, mean age 31, BMI 27
- Apa yang sebenarnya ditemukan?
Energy intake +508 ± 106 kcal/day on UPF (p=0.0001); carbohydrate +280, fat +230 kcal/day; protein unchanged; weight +0.9 ± 0.3 kg (UPF) vs -0.9 ± 0.3 kg (unprocessed).
- Seberapa besar efek yang teramati?
+508 kcal/day; +0.9 kg vs -0.9 kg
- Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?
Ultra-processed food can make people eat more.
- Apa keterbatasan studi ini?
Only 20 people, 2 weeks per diet, in hospital conditions; no washout between diets; participants knew which diet they ate; the cause of the extra eating (e.g. energy-dense food, faster eating) is not clear.
- Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?
Core evidence for C-UPF-02.
- Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?
High.
- Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?
Long-term health outcomes.
-
Ultra-processed food and weight gain in Spain
Mendonça RD et al.. Am J Clin Nutr 2016 · PMID 27733404 · DOI 10.3945/ajcn.116.135004Studi kohortdikutip oleh arsip Tayebatabstrak diperiksaHighest consumers had 26% higher risk of becoming overweight.
Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Ya · Kualitas metodologis: sedang · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim
Publikasi asli · Rincian ilmiah
Penjelasan studi secara sederhana
- Apa yang ingin diketahui para peneliti?
Is UPF associated with incident overweight/obesity?
- Bagaimana studi ini dilakukan?
Prospective cohort, FFQ.
- Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?
8,451; 1,939 incident cases; Middle-aged graduates not overweight at baseline
- Apa yang sebenarnya ditemukan?
Highest vs lowest quartile HR 1.26 (1.10-1.45); P trend 0.001.
- Seberapa besar efek yang teramati?
HR 1.26 (1.10-1.45)
- Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?
Association.
- Apa keterbatasan studi ini?
NOVA misclassification possible; Residual confounding; Self-reported diet
- Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?
Supports C-UPF-02.
- Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?
High.
- Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?
Causation.
-
Ultra-processed food and BMI in France
Beslay M et al.. PLoS Med 2020 · PMID 32853224 · DOI 10.1371/journal.pmed.1003256Studi kohortdikutip oleh arsip Tayebatabstrak diperiksaEach 10% more ultra-processed food: 11% higher risk of overweight.
Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Ya · Kualitas metodologis: sedang · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim
Publikasi asli · Rincian ilmiah
Penjelasan studi secara sederhana
- Apa yang ingin diketahui para peneliti?
Is UPF associated with BMI change and overweight/obesity?
- Bagaimana studi ini dilakukan?
Prospective cohort with repeated 24-h records.
- Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?
110,260; 7,063 overweight and 3,066 obese incident; Adults, 78% women
- Apa yang sebenarnya ditemukan?
BMI gain beta 0.02 per 10%; overweight HR 1.11 (1.08-1.14); obesity HR 1.09 (1.05-1.13).
- Seberapa besar efek yang teramati?
HR 1.11 overweight
- Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?
Association.
- Apa keterbatasan studi ini?
NOVA misclassification possible; Residual confounding; Self-reported diet; Selection bias (authors)
- Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?
Supports C-UPF-02.
- Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?
High.
- Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?
Causation.
-
Ultra-processed food and body fat in children
Costa CS et al.. Public Health Nutr 2018 · PMID 28676132 · DOI 10.1017/S1368980017001331Tinjauan sistematisdikutip oleh arsip Tayebatabstrak diperiksaMost studies found more body fat in children eating more ultra-processed foods, including sweets and soft drinks.
Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Ya · Kualitas metodologis: rendah · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim
Publikasi asli · Rincian ilmiah
Penjelasan studi secara sederhana
- Apa yang ingin diketahui para peneliti?
Is UPF associated with body fat in children/adolescents?
- Bagaimana studi ini dilakukan?
Systematic review (no meta-analysis).
- Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?
26 studies (15 cohorts); Healthy children and adolescents
- Apa yang sebenarnya ditemukan?
Most studies of UPF groups and soft drinks found positive associations with body fat.
- Seberapa besar efek yang teramati?
Not pooled
- Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?
Association.
- Apa keterbatasan studi ini?
No pooling; Heterogeneous exposures
- Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?
Supports C-UPF-02.
- Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?
Moderate.
- Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?
Causation.
-
Ultra-processed vs minimally processed healthy diets in England
Dicken SJ et al.. Nat Med 2025 · PMID 40760353 · DOI 10.1038/s41591-025-03842-0Uji acak terkendalipemeriksaan silang independenteks lengkap, penilaian risiko bias terstruktur★ studi kunciBoth diets led to weight loss, but about twice as much on minimally processed food.
Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Ya · Kualitas metodologis: tinggi · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim
Publikasi asli · Rincian ilmiah
Penjelasan studi secara sederhana
- Apa yang ingin diketahui para peneliti?
Effect of UPF vs MPF within national dietary guidelines on weight.
- Bagaimana studi ini dilakukan?
2x2 crossover randomized controlled feeding trial, 8 weeks per diet, ad libitum.
- Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?
55 randomized; 50 ITT; Adults with BMI 25-<40 and habitual UPF >=50% kcal
- Apa yang sebenarnya ditemukan?
MPF -2.06% (-2.99 to -1.13); UPF -1.05% (-1.98 to -0.13); difference -1.01% (-1.87 to -0.14), P=0.024; Cohen's d -0.48. Mild GI adverse events common on both.
- Seberapa besar efek yang teramati?
-2.06% vs -1.05% weight
- Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?
Processing level may matter even in healthy diets.
- Apa keterbatasan studi ini?
About 50 people, mostly women and health workers, 8 weeks per diet; the difference between diets was about 1 kg; dropouts happened only on the minimally processed diet; the order of the diets influenced the result.
- Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?
Supports C-UPF-02 (replicates direction of Hall 2019).
- Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?
High (England).
- Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?
It cannot show long-term effects on weight or disease, nor that UPF are harmful when a diet otherwise follows healthy guidance (both diets led to weight loss).
-
Ultra-processed diet trial in Japanese men
Hamano S et al.. Diabetes Obes Metab 2024 · PMID 39267249 · DOI 10.1111/dom.15922Uji acak terkendalipemeriksaan silang independenabstrak diperiksaIn 9 men, one week of ultra-processed food led to eating about 800 kcal more per day and gaining 1.1 kg more weight.
UPF diet: +813.5 kcal/day and +1.1 kg vs non-UPF in a 9-person crossover.
Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Ya · Kualitas metodologis: rendah · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim
Publikasi asli · Rincian ilmiah
Penjelasan studi secara sederhana
- Apa yang ingin diketahui para peneliti?
To test UPF effects on weight and intake.
- Bagaimana studi ini dilakukan?
Randomised crossover trial.
- Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?
9 overweight men.
- Apa yang sebenarnya ditemukan?
More intake and weight gain on UPF; less chewing.
- Seberapa besar efek yang teramati?
+813.5 kcal/day; +1.1 kg.
- Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?
Ultra-processed meals may make it easy to overeat.
- Apa keterbatasan studi ini?
Tiny, short, open-label.
- Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?
Supports C-UPF-02.
- Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?
Moderate.
- Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?
Cannot show long-term effects.
Tidak ada studi dalam kelompok ini yang ditandai sebagai studi kunci.
Studi yang membantah atau membatasi klaim (2)
-
Critique of ultra-processed food feeding trials
Ludwig DS. Crit Rev Food Sci Nutr 2026 · PMID 42063358 · DOI 10.1080/10408398.2026.2664043Tinjauan naratifpemeriksaan silang independenabstrak diperiksaA 2026 review argues that short feeding studies cannot prove that ultra-processed foods cause obesity.
Argues that feeding trials do not establish UPF as a cause of obesity beyond energy density and nutrients.
Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Tidak · Kualitas metodologis: rendah · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim
Publikasi asli · Rincian ilmiah
Penjelasan studi secara sederhana
- Apa yang ingin diketahui para peneliti?
To appraise UPF feeding trials.
- Bagaimana studi ini dilakukan?
Narrative review.
- Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?
Not applicable.
- Apa yang sebenarnya ditemukan?
Evidence called inconclusive.
- Seberapa besar efek yang teramati?
Not applicable.
- Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?
Causation is not settled.
- Apa keterbatasan studi ini?
Opinion piece.
- Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?
Limits C-UPF-02.
- Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?
Applicable.
- Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?
Does not show UPF are harmless.
-
Ultra-processed vs unprocessed meals of the same calories
Barros LM et al.. Appetite 2026 · PMID 42633852 · DOI 10.1016/j.appet.2026.108761Uji acak terkendalipemeriksaan silang independenabstrak diperiksaWhen people ate fixed portions, ultra-processed meals did not make them eat more at the next meal.
With fixed preloads, UPF did not change later energy intake or satiety (n=19, one day).
Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Tidak · Kualitas metodologis: sedang · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim
Publikasi asli · Rincian ilmiah
Penjelasan studi secara sederhana
- Apa yang ingin diketahui para peneliti?
To separate processing from energy density.
- Bagaimana studi ini dilakukan?
Randomised crossover trial.
- Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?
19 young adults.
- Apa yang sebenarnya ditemukan?
No effect of processing on later intake.
- Seberapa besar efek yang teramati?
-24.5 kcal (-87 to 38).
- Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?
Calorie density and eating speed may matter more than processing.
- Apa keterbatasan studi ini?
Tiny, one-day.
- Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?
Limits C-UPF-02.
- Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?
Moderate.
- Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?
Cannot show UPF diets do not cause overeating over days.
Tidak ada studi dalam kelompok ini yang ditandai sebagai studi kunci.
Studi dengan hasil campuran atau tidak jelas (1)
-
Eating speed and ultra-processed diets
Forde CG et al.. Am J Clin Nutr 2026 · PMID 41314613 · DOI 10.1016/j.ajcnut.2025.11.012Uji acak terkendalipemeriksaan silang independenabstrak diperiksaWhen ultra-processed meals were chosen to be eaten slowly, people ate about 370 kcal less per day than with fast-to-eat ultra-processed meals.
Overeating on UPF diets depends on eating rate/texture; slow-eating UPF diets reduced intake by 369 kcal/day.
Apakah studi ini mendukung klaim spesifik tersebut? Sebagian · Kualitas metodologis: tinggi · Tingkat kepastian bukti: lihat penilaian keseluruhan atas klaim
Publikasi asli · Rincian ilmiah
Penjelasan studi secara sederhana
- Apa yang ingin diketahui para peneliti?
To test whether eating rate drives intake on UPF diets.
- Bagaimana studi ini dilakukan?
Randomised crossover trial, 2 weeks per diet.
- Berapa banyak orang, hewan, atau sampel yang diteliti?
41 young adults.
- Apa yang sebenarnya ditemukan?
Slower-to-eat UPF meals reduced intake; weight unchanged.
- Seberapa besar efek yang teramati?
-369 kcal/day (221-517).
- Apa arti hasilnya dalam kehidupan sehari-hari?
How fast food is eaten matters, not only whether it is processed.
- Apa keterbatasan studi ini?
Short; healthy young adults; industry ties of first author.
- Apa yang dikatakannya tentang klaim spesifik Elawady?
Qualifies C-UPF-02.
- Apakah hasilnya berlaku untuk Jerman dan Eropa?
Applicable.
- Apa yang secara tegas tidak dapat disimpulkan dari studi ini?
Cannot show that UPF is harmless.
Tidak ada studi dalam kelompok ini yang ditandai sebagai studi kunci.
Konteks wilayah
Jerman / UE
Applicable; I-UPF-01 was conducted in England.
Mesir
No Egypt-specific data.
Apa yang berlaku di negara saya?
Penilaian ilmiah umum
Sebagian besar benar Uji klinis mendukung bahwa pola makan UPF menyebabkan asupan kalori lebih tinggi dan penurunan berat badan yang lebih sedikit; buktinya bersifat jangka pendek.
Bidang keamanan pangan berikut relevan dengan pernyataan ini:
- Bahan tambahan pangan dan pengolahan
- Pengawasan, impor, penarikan produk, pelabelan
Pilih negara untuk melihat informasi yang telah diperiksa untuk negara tersebut.
Batasan: aturan hukum menggambarkan apa yang diizinkan, bukan apa yang terkandung dalam setiap makanan. Data pengukuran berasal dari sampel dan hanya bermakna bersama rincian metodenya.
Negara tempat tinggal atau pembelian Bandingkan dengan negara lain
Referensi
- Ultra-Processed Diets Cause Excess Calorie Intake and Weight Gain: An Inpatient Randomized Controlled Trial of Ad Libitum Food Intake.. Hall KD et al.. Cell Metab 2019 · PMID 31105044 · DOI 10.1016/j.cmet.2019.05.008
- Ultraprocessed food consumption and risk of overweight and obesity: the University of Navarra Follow-Up (SUN) cohort study.. Mendonça RD et al.. Am J Clin Nutr 2016 · PMID 27733404 · DOI 10.3945/ajcn.116.135004
- Ultra-processed food intake in association with BMI change and risk of overweight and obesity: A prospective analysis of the French NutriNet-Santé cohort.. Beslay M et al.. PLoS Med 2020 · PMID 32853224 · DOI 10.1371/journal.pmed.1003256
- Consumption of ultra-processed foods and body fat during childhood and adolescence: a systematic review.. Costa CS et al.. Public Health Nutr 2018 · PMID 28676132 · DOI 10.1017/S1368980017001331
- Ultraprocessed or minimally processed diets following healthy dietary guidelines on weight and cardiometabolic health: a randomized, crossover trial.. Dicken SJ et al.. Nat Med 2025 · PMID 40760353 · DOI 10.1038/s41591-025-03842-0
- Ultra-processed foods cause weight gain and increased energy intake associated with reduced chewing frequency: A randomized, open-label, crossover study.. Hamano S et al.. Diabetes Obes Metab 2024 · PMID 39267249 · DOI 10.1111/dom.15922
- Is the experimental evidence on ultra-processed food and obesity reliable?. Ludwig DS. Crit Rev Food Sci Nutr 2026 · PMID 42063358 · DOI 10.1080/10408398.2026.2664043
- Effect of ultra-processed-rich versus ultra-processed-free preload meals at high and low energy density on ad libitum energy intake: a randomized crossover trial.. Barros LM et al.. Appetite 2026 · PMID 42633852 · DOI 10.1016/j.appet.2026.108761
- Eating rate has sustained effects on energy intake from ultraprocessed diets: a 2-week ad libitum dietary randomized controlled crossover trial.. Forde CG et al.. Am J Clin Nutr 2026 · PMID 41314613 · DOI 10.1016/j.ajcnut.2025.11.012